Review Film Toy Story 4

Review Film Toy Story 4

Review Film Toy Story 4

Equestria Forums – Kita tak perlu berasa cemas. Kita langsung percaya bahwa film kartun baru instruksi Josh Cooley ini akan dikerjakan dengan animasi yang memesona serta bertabur banyak gurauan yang membuat menjadi film terbaik Pixar. Semua rasa kuatir yang awalnya ada diinginkan langsung pupus dalam siraman hangat performa Woody (disuarakan oleh Tom Hanks), Buzz Lightyear (Team Allen) serta rekan-rekan satu gengnya yang imut yang canggung.

Faktanya tidak sama. Toy Story 4 tidak mengakibatkan kerusakan seri yang telah ada, dan juga tidak memberi nilai plus apa saja. Seolah kondisinya tidak dapat makin jelek lagi buat Woody sang boneka koboi yang mudah tersinggung, Bonnie harus masuk taman kanak-kanak, serta orang tuanya memaksanya tidak untuk bawa mainan ke sekolah. Woody, tentunya, di taruh demikian saja di tas, sesaat Bonnie merajut ‘persahabatan’ dengan satu sendok-garpu plastik berwarna putih, pencuci pipa berwarna merah, serta satu stik permen loli yang dibuat dari kayu.

Walau terdengar benar-benar tidak mungkin, hal tersebut betul-betul dapat berlangsung : anak perempuan aku sendiri sempat mengamuk waktu kehilangan mainan kegemarannya, Spoony di sendok plastik. Di bagian itulah film ini menceritakan kekhawatiran terlalu berlebih yang orangtua rasakan ketika anak mereka pertama-tama masuk sekolah (satu perasaan yang sama yang diceritakan Pixar melalui Finding Nemo), serta dibagian itu lah film ini menanyakan permasalahan jati diri serta kebebasan – serta bagaimana tepatnya mainan-mainan ajaib ini dapat berjalan serta bicara.

Toy Story 4, Film Kartun ImajinatifToy Story 4, Film Kartun Imajinatif

Anda kemungkinan berpikir jika Toy Story 4 bergelut pada tema-tema itu. Tetapi, seperti seorang anak yang berasa jemu, film ini lalu buang jauh topik itu serta bawa karakter-karakternya jalani satu penjelajahan edan, sama yang berlangsung dalam film Up. Sepulang sekolah, Bonnie serta orang tuanya pergi liburan dengan sewa satu mobil van serta membawa juga mainan-mainannya.

Diperjalanan, Forky terus-terusan merengek serta menyebutkan dianya ialah ” sampah “, lalu berkali-kali masukkan dirinya ke tempat sampah serta lompat keluar jendela, satu sikap semi-bunuh diri yang menggelikan sekaligus juga mengerikan.

Woody berupaya untuk memberikan keyakinan Forky jika jadi mainan dapat sama bermanfaatnya seperti jadi perlengkapan makan sekali gunakan, namun ditengah-tengah usaha itu, konsentrasi Woody teralihkan saat dia lihat satu toko barang antik. Beruntungnya, dia sukses kabur, tetapi Forky tidak, yang tentunya jadi awal dari plot misi pengamanan sebagai salah satunya ciri khas film waralaba itu.

Pergolakan Permasalahan Dalam Film Kartun
Gejolak Masalah Dalam Film Kartun

Film kartun Toy Story belum pernah jauh dari genre film horor, serta kesempatan ini kengerian kisahnya didatangkan berbentuk boneka-boneka kecil yang kuno seperti bentuk manusia sebenarnya yang disebut pengawal Gabby Gabby.

Permasalahan yang lain ialah begitu susah serta berulangnya jalur yang dibuat : beberapa pahlawan, dan sepuluh penulis naskah yang menulisnya, habiskan beberapa waktu untuk mengerjakan misi pengamanan ciri-ciri sang sendok-garpu yang dia sendiri tidak demikian perduli untuk diselamatkan.

Pertaruhannya tidak sesuai dengan usaha yang mereka kerjakan. Yang memperbedakan Toy Story ini dengan yang lain yakni jalinan di antara Bonnie serta Forky yang baru berusia 2 hari, hingga peristiwa penyelamatannya tidak penting saat Woody berusaha untuk dapat berjumpa lagi dengan Andy di seri awalnya.

Review Toy Story: Bagus Dan MenantangReview Toy Story Bagus Dan Menantang

Serta sebenarnya, filmnya sendiri mengetahui kekurangan itu saat Bo Peep menampik selamatkan Forky dari dalam toko. ” Beberapa anak seringkali kehilangan mainan mereka, ” katanya. ” Dia akan baik-baik saja. ” Serta memang betul : anakku belum pernah menyebut-nyebut Spoony lagi sesudah sekian tahun.

Waktu Toy Story 3 dikeluarkan, beberapa media massa tuliskan jika beberapa orang dewasa keluar dari bioskop dengan berurai air mata. Begitu juga menakjubkannya Toy Story 4, emosi terkuat yang diakibatkannya ialah rasa kasihan buat orangtua Bonnie, yang liburannya dikacaukan oleh Woody serta gengnya yang menyukai ikut serta. Bila saja mainan-mainan itu tinggalkan Forky di toko barang antik itu, nasib semua keluarga itu semakin lebih bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *